Tag Archives: penyair

Syair Mahasiswa Menjambret

oleh: Emha Ainun Nadjib (1993, dalam Sesobek Buku Harian Indonesia)

Sebab tergoda oleh betapa seru berita di koran serta oleh pengujian para tetangga, bertanyalah aku kepada penyairku, “Akir-akhir ini orang makin ribut tentang pelajaran dan mahasiswa kriminal. Aku bertanya benarkah puisimu tak membutuhkan tema semacam itu, atau tidakkah soal-soal seperti itu memerlukan puisi?”

“Aku tak paham apa yang aneh”, berkata penyairku, “Kalau mahasiswa mulai sanggup menjambret, kalau pelajar sudah berani mencuri odol, dan sikat gigi, kalau para calon pemimpin bangsa telah memiliki nyali untuk mencopet jam tangan dan mengutil sepatu: tak kumengerti apa yang perlu diherankan?”

Continue reading →

Advertisements

Seni dan Sastra, Pendidikan dan Cita-cita

Lima Rukun

Sabtu penghujung bulan September, tanggal duapuluh delapan, saya sempat-sempatkan hadir di acara Pamer Lukisan dan Puisi bertajuk “Lima Rukun” di studio Jeihan. Acaranya berlangsung seminggu. Di sana hadir lima penyair sekaligus pelukis, yang dua diantaranya saya kagumi betul. Sedangkan tiga lainnya saya sekedar tahu nama. Harap maklum, saya bukan pelaku seni lukis, saya tidak benar-benar menyelami dunia syair. Saya sekadar penikmat karya seni dan sastra. Kalaupun kadang-kadang muncul puisi dari saya, paling puisi murahan, jauh dari kriteria syair bermutu. Saya sekadar pengagum para seniman dan sastrawan secara umum. Menurut saya, merekalah golongan manusia yang paling merdeka di dunia ini. Mereka berkarya (bekerja) atas dasar kemauan sendiri, mendengar  suara hatinya dan fokus mencari kepuasan batin tanpa tekanan dari luar.

Continue reading →