Tag Archives: pengungsi

Yang Sebenarnya dan Yang Dilaporkan

oleh Hassan Blasim

Setiap pengungsi yang tinggal di pusat penampungan punya dua cerita–yang sebenarnya dan yang dilaporkan. Cerita untuk keperluan pelaporan disampaikan pengungsi-baru demi mendapat hak perlindungan kemanusiaan, dicatat dan disimpan sebagai dokumen penting di kantor imigrasi. Sedangkan cerita yang sebenarnya terkunci rapat di hati para pengungsi, untuk mereka renungkan diam-diam dalam kerahasiaan total. Bukan berarti ini mudah dilakukan, tinggal memisahkan dua versi cerita. Mereka mengaduknya hingga mustahil untuk dibedakan. Dua hari lalu seorang pengungsi baru asal Iraq tiba di Malmö, bagian selatan Swedia. Usianya sekitar akhir tigapuluhan. Mereka membawa lelaki itu ke pusat penampungan dan melakukan beberapa tes medis. Lalu mereka memberinya kamar, kasur, seprai, handuk, sabun, pisau, garpu dan sendok, serta peralatan masak. Hari ini dia duduk di hadapan petugas imigrasi, menceritakan kisahnya dengan tergesa, sampai-sampai petugas imigrasi berkali-kali memintanya agar lebih tenang.

Continue reading →

Advertisements