Tag Archives: nyontek

Galau Balau

Katanya salah satu orang terbrengsek di dunia ialah yang ngajarin orang lain nglakuin sesuatu, tapi ia sendiri gak nglakuin. Dengan dasar idiom tersebut, brengsek jugakah ia yang nglakuin sesuatu, tapi ngajarin orang lain untuk tidak nglakuin hal serupa?

Sepertinya brengsek juga, keduanya menggambarkan hal yang sama: kemunafikan. Perkara mewujudkan kesatuan kata dan perbuatan ini memang sulit. Aku yang sekarang sedang menempuh pendidikan berlatar belakang keguruan sudah sejak beberapa hari lalu mengalami kegalauan mengenai suatu jenis kemunafikan.

Sejenis kemunafikan yang mungkin akan sangat berbahaya bagi kelangsungan rasa aman dan nyaman psikologisku sebagai seorang guru kelak. Tidak hanya itu, mungkin ini akan begitu merugikan mereka yang menitipkan anak-anaknya kepadaku untuk dididik. Masih ada lagi, aku yaqin kemunafikan ini juga akan merusak mental dan moral anak-anak yang akan kudidik. Anak-anak yang kudidik ini kemudian akan terjun ke masyarakat, mungkin masuk dalam pemerintahan, yang pada akhirnya gara-gara sejenis kemunafikan yang kuperbuat mungkin saja negara ini akan hancur perlahan. Ini akan benar-benar menuju pada kegalau-balauan yang nyata, kita akan kacau beramai-ramai satu bangsa satu tanah air.

Continue reading →

Advertisements

Lomba Menyontek Tingkat Nasional

Kalau diadakan lomba accounting, tidak semua orang bisa ikut, atau tepatnya tidak semua mau ikut. Apalagi lomba mengartikan kitab “arab gundul”, mungkin hanya manusia yang tahu nama Tebu Ireng, Tremas atau paling tidak nama LKIM, yang bisa mengikutinya, walaupun hadiah yang ditawarkan Rp 50 juta sekalipun. Kalau lomba itu bernama ‘Lomba Menyontek Tingkat Nasional’, agak lain ceritanya. Sebelum berlomba, biasanya para peserta menyiapkan diri sebaik mungkin untuk dapat memenangkan lomba tersebut. Lha, apa yang kurang dari kita untuk mengikuti kompetisi bergengsi ini? Kita punya program ‘Menyontek Sejak Dini’, yang melatih kita untuk membiasakan diri dalam hal contek-menyontek sejak di bangku sekolah. Semua trik-trik licik pernah kita jajal dengan peluang error hanya 0,3%. Orang bijak mengatakan kalau kemampuan akan tumpul bila tidak terus diasah, kita benar-benar menghayati benar kalimat itu. Apalagi sekarang menyontek jadi lebih mudah. Dulu, untuk menyontek tetap diperlukan belajar, membaca dan merangkum (tulis tangan) materi yang akan diujikan. Sedangkan sekarang kan sekedar susunan acak ABCDE, bisa dihapal kalo mau sedikit mempersulit diri. Tapi toh, kekuatan teknologi akan lebih-lebih mengkerdilkan hal menyontek ini, ya kita manfaatkan dong! Itu di sekolahan. Di kantor suatu instansi pemerintah, banyak yang membuat suatu surat keterangan atau surat kerja hanya dengan copy paste dokumen lama, sehingga sering ada yang salah karena titimangsa yang seharusnya tercantum tahun sekarang, eh lupa diganti.

Continue reading →