Mati Sejak Dalam Pikiran

…..

Penolakanmu sudah tidak berarti apa-apa. Justru dari sana saya pahami satu hal berharga: makna ikhlas dari sebuah usaha melepaskan. Tapi ada perkara lain yang sampai sekarang menyisakan luka.

“Maaf, aku lupa.”

Kamu mengatakannya tanpa beban saat saya coba mengembalikan kenangan-kenangan kita lewat cerita. Kamu masih perlu belajar, kukira, tentang bagaimana rasanya dilupakan. Suatu hari, semoga kamu paham tanpa merasakannya lebih dulu. Saya tidak tega kalau kamu harus merasakan juga, sebab pedihnya luar biasa.

Dilupakan berarti hilang. Kamu pikir untuk apa mata pelajaran sejarah harus disampaikan di sekolah-sekolah? Salah-satunya menjaga agar mereka yang telah mati tetap ada. Saya akan lebih memilih kamu caci-maki, bahkan kamu tikam lalu mati, tapi saya bisa tetap menghantui. Daripada kamu lupakan. Hantu mendapatkan ruang eksistensinya di dunia bukan dari roh penasaran yang hebat, tapi dari ingatan yang melekat kuat pada si hidup tentang si mati.

Maka cara membunuh yang paling kejam, tetapi bebas hukum adalah dengan melupakan. Ia yang kaubunuh akan mati sejak dalam pikiran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: